2015 - Garuda Keadilan Aceh

GAruda Keadilan Aceh

Sesungguhnya allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan Nya dalam barisan yang teratur, mereka seakan seperti suatu bangunan yang kokoh. ( As-Saff :4)

We Love Palestine

Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, tetapi jangan melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai Orang yang melampaui Batas. ( Al-Baqarah : 190)

Malu

malu Adalah sebagian dari Iman

Welcome to our website.

Semua yang ada pada website ini semoga menjadi manfaat

Friday, September 11, 2015

GK, bukan anak Kader

Bicara tentang GK, atau Garuda Keadilan adalah bicara tentang kumpulan anak anak yang umi dan abi nya kader dakwah. Tidak bisa lepas dari itu karena itu tujuan awalnya berdirinya GK. Lalu apa? Kenapa?
GK telah berdiri bahkan sudah mulai terbang dengan perlahan walau tertatih, menjalar hampir seluruh provinsi di Indonesia. Menginisiasi seluruh potensi dan kemauan anggotanya dari mulai nge band, nge skateboard, nge sing, nge stalking, nge lain lainnya.
Aceh, provinsi paling barat di Indonesia, telah berdiri pula GK ini sejak tahun 2012 awal. Bicara tentang GK Aceh banyak sekali yang harus di bahas, karena takutnya tidak kelar mungkin bahasannya diperkecil saja tentang anggota2 nya yang sholeh dan sholehah (amiin).
Tapi, rasanya tidak akan dapat feelnya kalau langsung ke anggotanya bila tidak jalan cerita embrio awal GK Aceh. Lets start the story.
Tahun 2012, seseorang dari pusat mendatangi Aceh untuk mengadakan acara gathering di hotel yang pesertanya anak anak remaja semua. Loh, ada apa ini? Heran lah mau diapakan kami ini. Ternyata Suuzhan kami tidak berlangsung lama karena penjelasan ringan mengatakan bahwa ini baik untuk kami. Oke fine, enjoy it.
Selama 2 jam dipaparkan oleh seorang pemuda tampan dan temannya yang cakep juga (katanya sih artis), bahwa kita ini butuh mentor dalam bergerak selayaknya para juara juga memiliki mentor. Semakin dalam tahulah kami (peserta) bahwa ini semua adalah anak-anak kader PKS semua. Dan acara ini menjadi pertemuan pertama kali, memandang sekeliling bahwa dulunya , saat kecil, pernah bermain bersama saat umi abi kami dalam acara PKS sekarang sudah besar tercecer hingga bertemu kembali saat ini. Pemuda tampan, yang biasa dipanggil Uda Irfan memberikan suatu tempat bagi kami untuk bergerak bersama (anak kader PKS) dengan mentornya dalam satu wadah, bernama Garuda Keadilan (GK).
Di situ pulalah ditunjuk seorang ketua untuk memimpin GK Aceh ini, tanpa voting, tanpa undian langsung tunjuk. M.Ridho Rahman sebagai ketua GK Aceh, denger2 sih beliau ditunjuk karena pernah mengikuti camp GK se Sumatra di Bogor sebelumnya sehingga lebih tahu sedikit arah jalannya wadah ini.
Seiring waktu berjalan, ketua mulai mengajak kami berkumpul untuk membahas wadah ini. Mau seperti apa wadah ini harus didiskusikan bersama, hingga haruslah memiliki pengurus yang baik bila ingin wadah ini bergerak selayaknya wadah2 lain bergerak. Diskusi antar kami semakin jelas hingga terbentuklah pengurus  awal GK Aceh sebagai berikut,
Ketua ; M. Ridho Rahman
Sekum ; M. Jazman I
Bendum ; M. Anhar
   Kaderisasi ; M. Jazman , Afifah Thahirah,
   Humas : Ridha, Icha, ihdal, hilwa
   Minat bakat ; hanif, Miftahul Jannah,

Pengurus awal inilah yang sering kumpul baik untuk membuat buka bersama, pelatihan bagi anak kader. Alhamdulillah  semua dilakukan dengan bantuan dari DPW PKS melalui ketuanya , Ust. Ghufran. Pengurus awal inilah yang dilantik oleh Presiden PKS dalam helatan akbar Safari Dakwah pada akhir 2012.
Kami, GK Aceh, awal mulanya tidak memiliki sekret hingga setiap berkumpul harus berpindah pindah tempat, yang intinya semua dekat, semua senang, dan semua bergerak. Alhamdulillah dengan rasa Ikhlasnya rumah salah satu Anggota GK sering kami jadikan markaz untuk berkumpul dan selalu disediakan makanan yang lezat. Kami jadi tidak enak dengan yang menjadi tuan rumah dan kami hanya bisa membalas dengan doa, semoga Allah membalas kebaikan ini dengan balasan yang  berlipat ganda. Amiin ya Rabb.
Satu dua bulan GK Aceh bergerak seperti ini, kumpul makan siang, kumpul jalan jalan, kumpul buat pelatihan, semua dilakukan ditengah aktifitas lain yang menumpuk. Perlu disadari atau tidak anggota GK Aceh adalah orang yang sangat banyak aktifitasnya, ada yang jadi ketua LDK, ada yang jadi Ketua DPM, ada yang kuliahnya dua, ada yang miliki bisnis luar biasa. Tapi, hal ini tidak menyurutkan langkah untuk buat acara walau tidak sesering daerah lain membuat acara.
Hingga suatu waktu terlihatlah kejenuhan dalam anggotanya, terlihat dari susahnya mengumpulkan mereka kembali. Paham bagi kami bahwa anak2 kader PKS masih banyak yang bersekolah dari SD hingga SMA dan kesemuanya memiliki jadwal sekolah dari Pagi sampai Sore.
Dari sinilah kami mendapatkan pemahaman dari mentor bahwa anggota GK tidak harus dari rahim kader boleh berupa anak anak yang memiliki keterkaitan dengan kader seperti ponakan, sepupuan hingga binaan kader. Dari sinilah muncul para pejuang GK Aceh yang pantang menyerah mengajak untuk gerak dan gerak.
Muncul lah sesosok Hariry, bukan dari rahim kader tapi memiliki kinerja dakwah yang luar biasa. Setiap waktu mengajak ketua dan anggota lain untuk kumpul dan diskusi lagi untuk buat acara lagi. Walau hasilnya selalu sama tunda, tunda dan tunda. Namun, tidak pernah menyerah hingga dapatlah moment bisa membuat acara pesantren kilat di suatu SD di Aceh. Cukup menghabis tenaga karena anggota yang tidak lebih dari 15 orang dengan komposisi hanya 4 orang ikhwan (laki-laki) selebihnya akhwat(perempuan). Kerja keras para pengurus membuat acara sukses patut diacungi jempol. Membuat logistik hingga tidak tidur, memikirkan konsep hingga lupa sahur semua tercurahkan hanya untuk satu yaitu sukses nya Pesantren Kilat.
Setelah setahun lebih kami bersama, tahun ajaran baru membuat kami bersedih kembali karena sosok pejuang itu harus bersekolah di luar Aceh, sosok lain harua kerja di luar Aceh pula dan banyak anggota yang melanjutkan studi di tanah Jawa.
Sosok pengganti mereka  yang luar biasa baru muncul kembali setelah berbulan bulan GK Aceh vakum tidak ada kumpul, jarang komunikasi. Adalah Sibgah, sepupu salah satu pengurus. Sosok yang awalnya tak paham GK hingga harus diterbangkan ke Jakarta untuk ikut kegiatan se Sumatra bertemu pejuang lain dari seluruh Indonesia. Keluarlah semangat baru untuk kami, para pengurus. Mulailah dibuat kegiatan untuk anak kader, mulailah mencaplok komplek2 PKS. Tak kenal lelah hanya untuk kata , demi dakwah, demi Garuda Keadilan bisa dikenal oleh semua kader dakwah.
Itulah sekelumit para abdau dakwah di Aceh yang bergerak bukan sebatas anak2 kader tapi lebih dari itu semua adalah kader Garuda Keadilan selama pergerakan ini untuk dakwah untuk Indonesia yang lebih baik ke depannya.
Tentunya, para penerus ini harus berterima kasih pada mentor yang memberikan nasihat, wejengan hingga semangat baru setiap harinya. Ialah ust Juli. Walau ditengah kesibukannya beliau adalah sosok yang inspiratif untuk bergerak dalam dakwah ini.

Untuk semua anak anak kader di seluruh belahan dunia, kita adalah satu. Satu dalam fikrah, satu dalam tujuan. Membawa Indonesia yang lebih baik, membawa  Indonesia menjadi sepenggal firdaus yang dinantikan umat manusia.
(MRR)
11 Sept 2015
Ditengah kemelut skripsi tiada akhir

 
>