July 2013 - Garuda Keadilan Aceh

GAruda Keadilan Aceh

Sesungguhnya allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan Nya dalam barisan yang teratur, mereka seakan seperti suatu bangunan yang kokoh. ( As-Saff :4)

We Love Palestine

Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, tetapi jangan melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai Orang yang melampaui Batas. ( Al-Baqarah : 190)

Malu

malu Adalah sebagian dari Iman

Welcome to our website.

Semua yang ada pada website ini semoga menjadi manfaat

Friday, July 26, 2013

Mesir KINI




Menyikapi Situasi di Mesir 
Oleh: Ust. H. Irsyad Safar, Lc., MA. 

Membaca beberapa diskusi dan status Teman-teman tercinta alumni timteng, khususnya Alumni Al Azhar, ana sangat setuju bahwa Kita tidak usah terjebak membicarakan Syekh Al Azhar. Allahu Haasibuhu… Namun tidak terhalang agar kita saling tawaashau bil haq, bishshbar dan bil marhamah. Ana juga ingin menambahkan beberapa poin berikut:

Pertama. Betul Ramadhan itu bulan ibadah dan amal shaleh. Tetapi, bukan amal shaleh yg terpaku dgn amaliah fardiyah belaka. Bukan sekedar fiqh shiyam, shadaqah, qiyamullail, dan sejenisnya. Ingat, ramadhan juga syahrul jihad. Bulan perjuangan, bulan kemanangan umat Islam terhadap penjajah dan pelaku kazhaliman. Umat juga perlu tahu tentang fiqh jihad. Apalagi dalam kontek kontemporer. Bukan menghasung umat berjihad, tetapi memahamkannya, mencerdaskannya, ikut serta mendoakan para pejuang mujahidin di seluruh dunia.

Ramadhan juga syahrul muwaasaah (bulan peduli dan berbagi). Rasulullah paling tinggi kepeduliannya di bulan ramadhan dengan banyak memberi dan berbagi. Diantara bentuk kepedulian kita kepada saudara2 kita seiman adalah mengetahui kondisi riil mereka yang sebenarnya. Bahkan ana sangat tidak setuju kalau mahasiswa Indonesia di timur tengah kerjanya hanya belajar mata kuliah saja (study oriented). Tidak usah menjadi tim media. Ini sebuah logika berbahaya. Ditengah media Islam dibredel dan diberangus serta wartawannya ditangkap dan di penjara. Ditengah pemutarbalikan fakta dan distorsi berita, justru menjadi wajib bagi siapa yg sanggup dan mampu untuk menyebarkan berita yang sebenarnya terjadi, kepada seluruh dunia dan seluruh umat Islam. Jihad media saat ini telah menjadi fardhu kifayah. Media tanah air tdk ada yg pro Islam dan yg memberitakan dari sumber yg benar. Semua mengambil sumber barat dan sekuler. Dari mana umat Islam di tanah air akan tahu kalau kita berpangku tangan tidak ikut menyebarkan info yang sebenarnya??? Tidakkah orang yang tahu kejadian sebenarnya terhadap umat Islam lalu membiarkan berita itu tersembunyi, tidakkah dia akan menjadi berdosa karena menyembunyikan kebenaran dan membiarkan kebathilan?

Bahkan di ramadhan yang berkah ini, kita perlu mengajak umat berdoa dalam qunut-qunut witir kita untuk saudara-saudara kita di berbagai Negara yg sedang ditindas, dizhalimi, dibantai dll. Bagaimana kita akan mengajak mereka ikut berdoa dan qunut kalau umat belum atau tidak tahu kenapa kita qunut? Umat tidak tahu ada apa dengan mereka di sana?. Kita mesti mencerdaskan umat dengan kondisi umat Islam di Palestina, suriah, Iraq, dan juga Mesir. Bahkan pekerjaan ini menjadi sangat urgen saat ini. Disaat kejadian berlangsung. Bila sdh selesai nanti, maka sangat minim manfaatnya bahkan tidak ada lagi gunanya.

Kedua, ini juga momen utk mencerdaskan umat bahwa Islam itu bukan ibadah ritual saja. Islam adalah system menyeluruh yang mencakup aqidah, ibadah, akhlak, ilmu pengetahuan, ekonomi, budaya, militer, dakwah, jihad dan juga politik. Semuanya satu kesatuan yang utuh. Tidak ada dikotomi antara semua unsur tsb. Pemisahan antara agama dengan politik, ekonomi, pemerintahaan dan lain-lain adalah SEKULERISME. Umat sudah lama dibodohi dengan pemahaman bahwa Islam itu hanya shalat, puasa, sadaqah, zakat, umrah dan haji. Diluar itu tidak usah membawa-bawa agama. Apakah kita alumni timur tengah akan mengabadikan kebodohan ini kepada umat?

Ketiga, Menurut ana, kita jangan bicara dengan melihat peristiwa diujung. Lalu mengatakan akhaffud dhararain. Atau haqnun liddimaa.
Mari kita lihat juga permasalahan ini secara utuh.

Satu. Mursi adalah presiden yang sah baik secara syar’I ataupun secara konstitusi. Bukankah dia ULIL AMRI yang sah Syar’an wa Dustuuran? Apakah yang membuat dia layak dikudeta? Tidak ada. Melainkan karena Islam tidak boleh kuat dan berkuasa di Mesir. Apakah Mursi dictator, zhalim, tangan besi, memperkaya keluarga dan kerabatnya, menangkapi dan membunuh ulama, membredel media massa??? Semuanya jawabannya TIDAK. Justru dia bangun pemerintahannya jauh dari kepentingan keluarga. Tetap rela hidup dirumah kontrakannya. Anaknya tetap bekerja biasa dan bahkan juga melamar pekerjaan kian kemari. Betapa lawan-lawan politiknya mencaci, menghina bahkan membuat keonaran sampai merusak fasilitas umum dan membunuh. Tapi mereka tidak dipenjara atau bahkan dibunuh. Dia tunjuk para pembantunya di pemerintahan: Menteri-menteri dan para gubernur dari orang-orang yang baik, shaleh dan kapabel. Dia angsur membersihkan pemerintahan dari orang-orang fasid dan fasiq peninggalan dictator mubaarak. Tentunya yg tersingkir akan marah, tidak rela zona nyamannya terusik. Media massa yang senantiasa menfitnah, memutarbalikkan fakta, menebar kebohongan, menghina sang presiden dan lain-lain, tak satupun yang ditutup, dibredel apalagi ditangkap. Apalagi ulama, beliau hormati Al Azhar dan tidak mau intervensi. Padahal dictator sebelumnya telah membonsai Al Azhar.

Dengan posisi dan kondisi ini, apakah alasan pembenaran secara syar’I dan konstitusi untuk membangkang kepada ULIL AMRI? Apalagi mengkudetanya? Dimana ayat-ayat dan hadits-hadist taat kepada ULIL AMRI??? Kok tidak digunakan disini?? Kalau dia tersalah masih bisa dinasehati, karena tak ada kesalahan yg fatal. Diapun telah membuka pintu dialog selebar-lebarnya. Kalau memang rakyat tidak menyukainya, turunkan dia dalam pemilu berikutnya.

Dua. Apakah statusnya secara syr’I dan konstitusi, orang-orang membangkang kepada ULIL AMRI yang sah, dengan cara merusak, membakar fasilitas umum, kantor, rumah dsj, mencuri, merampok, membunuh, memperkosa, mengangkat senjata, bahkan bersekongkol dengan non muslim, para pendeta, tokoh-tokoh sosialis dan komunis? Dan ini dilakukan berulang-ulang sejak awal Mursi dilantik menjadi presiden. Tidakkah perbuatan tersebut sudah termasuk BUGHAT? Tidakkah mereka sudah masuk dalam katagori ayat Allah QS Al Maidah: 33 (menantang Allah dan RasulNya, membuat kerusakan di muka bumi, yang seharusnya pelaku-pelaku itu dibunuh, disalip, dipotong tangannya dan kakinya secara bersilang)? Tapi sama sekali Mursi tdk melakukan itu kepada mereka. Lalu mereka kembali melaksanakan aksi terakhir kemaren ini dengan lebih sadis dan anarkis.

Tiga. Dalam situasi seperti itu, seharusnya ULAMA pergi kemana? Bukankah harusnya Ulama pergi ke ULIL AMRI mendampinginya, menguatkannya, memberikan solusi dan jalan keluar. Kenapa ikut berunding dengan tentara yang mereka juga adalah bawahan presiden. Kalau Ulama pergi ke tentara, berarti ulama telah menganggap tentaralah yang berkuasa, dan presiden di bawah tentara. Berarti bergabung dalam barisan BUGHAT..

Empat. Lihatlah lagi realita yang terjadi sejak 30 juni sampai hari ini. Yang mati dan berdarah-darah apakah orang yang memberontak atau pendukung ULIL AMRI yang sah? Bahkan pasca kudeta, para syuhada berguguran dengan senjata tentara dan polisi. Semua TV dan koran yang pro Islam dibredel, ditutup dan para wartawannya ditangkap. Para demonstran pendukung Konstitusi yang sah dan ULIL AMRI yang sah yang berkumpul secara damai, sama sekali tidak merusak, tidak anarkis, malah sepanjang waktu mereka shalat berjamaah, qiyamullail, qunut berdoa kepada Allah untuk kemashlahatan mesir dan seluruh rakyatnya, setiap hari semenjak 27 juni, lalu justru merekalah yang ditembaki dengan gas air mata, peluru karet dan bahkan ada yang tewas..? Dan saat shalat shubuh rakaat kedua mereka ditembaki.. Hal yang sama tidak pernah dilakukan bagi pemberontak di sekitar istana… Lalu gelombang penangkapan berlangsung sampai hari ini. Ratusan sudah tokoh-tokoh Islam dijebloskan kepenjara. Partai penguasa langsung dibekukan. Apakah ini semua akhafuddaraain? Apakah ini semua haqnun liddimaa? Apakah hal ini semua tdk perlu diketahui umat Islam sedunia????
Dalam kondisi seperti ini, harusnya Ulama berada di mana?

Sebagai catatan tambahan: Ana tidak setuju kalau kita memperdebatkan pribadi Syaikhul Azhar, bisa jatuh kepada ghibah. Tetapi apa yang telah terjadi dan telah terang benderang dilakukan di depan khalayak, bukanlah rahasia, dan bukanlah gunjing. Tanpa ditambah dan tanpa dibumbui, itu mesti diketahui. Agar tidak menjadi penipuan berikutnya oleh media sekuler dan anti Islam. Semua ini tentunya tidak hal yang sederhana dan tanpa makna. Namun begitu, seharusnya setiap muslim memberikan loyalitasnya kepada Islam dan Muslimin. Mengedepankan keutuhan umat. Di Al Azhar Ulama-ulama yang istiqamah, Dosen-dosen yang lurus dan mengayomi, takut kepada Allah, cinta kepada Rasul dan umatnya, masih sangat-sangat banyak. Tapi mereka belum mendapat tempat penentu kebijakan.

Wallahu a’lam bishawab.

SOURCE : https://www.facebook.com/MujahiddinAroundTheWorld

Friday, July 19, 2013

Ramadhan menguatkan keharmonisan keluarga


Islamedia -  Ramadhan telah tiba. Bagi keluarga muslim, ini adalah momentum yang sangat istimewa. Ada banyak sekali nilai Ramadhan yang akan membawa pengaruh positif bagi diri dan keluarga. Oleh karena itulah, secara umum tampak kesungguhan masyarakat di Indonesia dalam menyambut kedatangan Ramadhan maupun Iedul Fithri nantinya.

Perhatikan beberapa momentum Ramadhan berikut, yang jika dikelola dengan baik, akan bisa menguatkan keharmonisan keluarga.

1. Menyiapkan Keluarga Memasuki Ramadhan

Di antara tradisi yang kami miliki dalam keluarga adalah mengadakan pertemuan keluarga menjelang Ramadhan. Pertemuan keluarga ini bisa kami lakukan kapan saja, namun setiap menjelang Ramadhan pasti kami melakukannya. Saya, isteri dan semua anak-anak berkumpul, dan membahas agenda serta target selama Ramadhan. Hal ini untuk menyiapkan semua anggota keluarga untuk memasuki Ramadhan.

Kami menyusun rencana dan target Ramadhan bersama keluarga, dan berusaha merealisasikannya dengan kesungguhan. Menjelang Ramadhan kami berkumpul dan membahas berbagai kegiatan serta target untuk seluruh anggota keluarga. Seperti target khatam Al Qur’an, tambahan hafalan Al Qur’an, target membaca buku, serta berbagai kegiatan lainnya. Kami juga biasa membuat “janji Ramadhan” yang ditulis dan ditempel di dinding rumah, gunanya untuk menyemangati dan mengingatkan target masing-masing.

Di garasi rumah kami setiap Ramadhan selalu digunakan untuk tempat tarawih anak-anak kampung. Di pertengahan Ramadhan kami selenggarakan aneka lomba untuk anak-anak. Dalam pertemuan keluarga tersebut, kami bahas aneka kegiatan seperti sebuah rapat kepanitiaan. Dengan pertemuan ini, semua anggota keluarga sudah terkondisi untuk memasuki Ramadhan dengan penuh kesiapan hati.

2. Buka Bersama Keluarga

Tentu kita memiliki sangat banyak agenda buka bersama. Ada buka bersama bersama instansi atau lembaga tempat bekerja, ada buka bersama tetangga dan lingkungan, ada buka bersama anak yatim, ada buka bersama teman-teman alumni, dan seterusnya. Namun ada hal yang tidak boleh dilupakan, yaitu buka bersama seluruh anggota keluarga. Jangan habiskan waktu buka bersama di luar bersama orang lain, sampai tidak sempat menikmati buka bersama keluarga.

Agenda yang satu ini sangat saya nikmati. Untuk itu saya selalu menyempatkan untuk melakukan “ritual” buka bersama keluarga, selagi saya bisa. Saya selalu mengusahakan pulang ke rumah menjelang maghrib, agar bisa menikmati hidangan buka puasa yang disiapkan dengan penuh cinta. Kehangatan dan keceriaan selalu mewarnai suasana buka bersama keluarga, apalagi ketika sedang berkumpul semua anggota keluarga.

Tidak mesti ke restoran atau rumah makan untuk melakukan jamuan buka puasa bersama keluarga, karena kadang justru mengurangi nilai spiritualnya. Justru nyaman dan berkesan ketika kita bisa bersama-sama menyiapkan hidangan di rumah, untuk dinikmati bersama. Ketika sudah selesai, bisa membersihkan dan membereskan bersama-sama pula.

Bisa pula kita agendakan buka puasa keluarga bersama anak-anak yatim atau anak-anak dhu’afa. Dengan demikian sekaligus melatih kepedulian sosial pada anak, dan akan membuat keluarga memiliki empati terhadap persoalan sosial di sekitarnya.

3. Tarawih Bersama Keluarga

Salah satu tuntunan sunnah dalam bulan Ramadhan adalah melaksanakan shalat tarawih. Pelaksanaan shalat tarawih, bisa dilakukan sendiri-sendiri, bisa pula dilakukan berjama’ah. Pada praktek di jaman kita, shalat tarawih telah menjadi menu utama di setiap masjid dan mushalla, untuk mengajak dan membiasakan masyarakat melaksanakannya.

Hendaknya kita mengagendakan untuk melaksanakan shalat tarawih bersama keluarga di rumah, ataupun di suatu masjid. Ada teman yang memiliki tradisi rutin, setiap bulan Ramadhan –walaupun hanya sekali– selalu menyempatkan mengajak semua anggota keluarga ke Masjid Istiqlal Jakarta untuk mengikuti shalat tarawih, padahal teman ini rumahnya di Yogyakarta. Hal ini ia lakukan karena memiliki kenangan manis dan indah bersama keluarga di Masjid Istiqlal, dan mereka ingin selalu mengenangnya.

Tentu saja tidak harus mengunjungi masjid yang jauh dan memerlukan biaya. Untuk melaksanakan shalat tarawih bersama keluarga, kita bisa melakukannya di rumah. Saya biasa mengajak isteri dan anak-anak untuk melakukan shalat tarawih bersama di rumah, beberapa kali dalam sebulan. Selebihnya mengikuti kegiatan bersama masyarakat sekitar. Imam shalat tarawih bisa dipergilirkan, kadang saya menjadi imam, kadang anak lelaki tertua saya yang menjadi imam.

Hal semacam ini akan semakin menambah kekokohan spiritual keluarga, yang akan menguatkan pula ikatan cinta dan kasih sayang sesama anggota keluarga.

4. Khataman Qur’an Bersama Keluarga

Salah satu aktivitas masyarakat selama Ramadhan adalah memperbanyak membaca dan mengkaji Al Qur’an. Masyarakat muslim percaya bahwa membaca Al Qur’an itu bagian dari ibadah dan berpahala, serta bisa melembutkan hati dan jiwa. Apalagi ketika dilakukan di bulan Ramadhan, nilai keberkahannya semakin bertambah. Banyak masyarakat yang melakukan tadarus ini di masjid atau mushalla dan mengkhatamkan bersama-sama jama’ah lainnya. Saya memiliki tradisi target khatam Qur’an bersama keluarga. Berapa kali khatam, disepakati dalam pertemuan keluarga menjelang Ramadhan.

Keluarga kami sudah memulai puasa hari Selasa 9 Juli 2013, sesuai keputusan Takmir Masjid kampung tempat kami tinggal. Hari ini memasuki hari kedua berpuasa. Kami memulai khataman semenjak Selasa 8 Juli setelah shalat Maghrib. Sampai dengan pagi ini, saya masuk juz 5, isteri saya masuk juz 3, anak perempuan sedang haid sehingga belum memulai khataman, anak ketiga yang sekolah SMA masuk juz 8, anak keempat sekolah SMP masuk juz 11, anak kelima sekolah SD masuk juz 2, dan anak keenam sekolah TK baru belajar Qiro’ati.

Kami memiliki lembar checking harian untuk mengetahui perkembangan bacaan Qur’an masing-masing anggota keluarga. Bukan hanya anak-anak yang dicheck, kami selaku orang tua juga dicheck perkembangan bacaannya.

5. Sahur Bersama Keluarga

Sahur bukan semata-mata peristiwa makan, namun sahur adalah bagian dari pelaksanaan tuntunan Nabi. Acara sahur seringkali tidak semeriah acara buka puasa. Sahur dilakukan dini hari menjelang Subuh, yang pada waktu itu sebenarnya bukan waktu yang enak untuk makan. Itu adalah waktu yang enak untuk tidur dan bermimpi. Maka sahur seringkali menjadi terasa berat bagi anak-anak.

Orang tua harus mengkondisikan anak-anak agar bisa bersemangat bangun di waktu sahur, dan usai sahur bersiap menunaikan shalat Subuh di masjid terdekat. Salah satu upaya membuat anak-anak bersemangat bangun di waktu sahur adalah dengan menyiapkan menu favorit mereka, serta membuat kesepakatan dibangunkan pada jam berapa. Dengan kesepakatan ini, semua keluarga sudah bangun pada jam yang disepakati, dan bersiap menikmati santapan sahur.

6. Kegiatan Bersama Keluarga

Saya memiliki keinginan bisa umrah bersama keluarga di bulan Ramadhan, namun hal ini belum kesampaian, karena memang urusannya tidak sederhana. Umrah memerlukan biaya yang tidak sedikit, apalagi untuk keluarga besar seperti saya. Jika belum mampu melakukan umrah bersama keluarga, masih sangat banyak alternatif kegiatan yang bisa dilakukan bersama keluarga selama Ramadhan.

Mengunjungi Majelis Ilmu bersama keluarga, merupakan aktivitas yang sangat positif dan membawa kebaikan bagi semua. Mengadakan kegiatan bazar atau bakti sosial di lingkungan terdekat bersama keluarga, juga merupakan aktivitas yang bermanfaat bukan hanya begi keluarga, namun juga bagi masyarakat. Silaturahim kepada saudara atau kerabat, juga merupakan aktivitas mulia dan sesuai tuntunan agama.

Intinya, manfaatkan waktu Ramadhan bersama keluarga. Jangan biarkan Ramadhan berlalu begitu saja tanpa aktivitas yang optimal untuk menambah kebaikan diri dan menguatkan keharmonisan keluarga. Harus ada upaya sadar dan terprogram untuk mewujudkannya.

Selamat memasuki Ramadhan bersama keluarga, masyarakat dan bangsa. Semoga ibadah kita sepanjang Ramadhan bisa menambah kebaikan diri, keluarga, masyarakat dan bangsa Indonesia. Aamiin.
Cahyadi Takariawan

Saturday, July 6, 2013

Kerusuhan karena banyak media masih berafiliasi ke Mubarak






Pemberitaan mengenai Mesir yang seolah sedang kacau di kebanyakan media akhir-akhir ini menyesatkan masyarakat. Hal ini dikatakan oleh sumber yang dekat dengan kepresidenan Mesir, Jum’at (3/5).
“Kebanyakan pemberitaan tentang ‘kekacaun’ Mesir menyesatkan. Bisa dibayangkan, jika kita berdiri di depan rumah kita sendiri, lalu sekelompok orang datang, kemudian tewas. Justru kitalah yang dituduh-tuduh sebagai pelaku kejahatan oleh media,” kata sumber yang tidak mau disebutkan namanya.
Dia menambahkan bahwa media Mesir pada umumnya dibagi menjadi dua. Pertama, media independen yang dimiliki swasta dan kedua media yang berafiliasi kepada Mubarak yang telah dilengserkan. Media kedua inilah yang mendominasi perusahaan media Mesir.
Menurut sumber itu, dirinya menyaksikan Mubarak memilih sendiri 43 pegawai media yang sampai saat ini masih bekerja di media-media.
Sumber tersebut menambahkan media-media Mesir lebih banyak memberitakan kerusuhan-kerusuhan anti Mursi daripada hal positif yang pemerintah lakukan.
“Mereka sedikit sekali memberitakan hal positif tentang pemerintah Mesir saat ini. Namun apabila terjadi peristiwa demo anti Mursi, di depan istana atau kantor pusat Ikhwanul Muslimin, mereka langsung memberitakannya, seolah ini adalah berita besar. Ketika jatuh korban tewas dari anggota Ikhwanul Muslimin, mereka sama sekali tidak memberitakannya.” katanya.
Terkait dengan protes anti Mursi, sumber tersebut mengungkapkan kerusuhan didalangi oposisi yang merekrut para tunawisma dan yatim yang tidak terlalu mengerti tentang arah kebijakan Mursi.
“Oposisi memanfaatkan mereka untuk ikut dalam aksi demo, dan bahkan saya mendapatkan info, mereka mendapatkan bayaran untuk itu,” yakinnya.
Sumber tersebut mengatakan kerusuhan yang hanya sebagian kecil itu dibesar-besarkan media, sehingga masyarakat dunia menganggap Mesir sedang berada di ‘ujung revolusi’ lagi.
“Mungkin sekitar 10.000 orang yang berdemo ini sangat kecil jika dibandingkan dengan 84 juta warga Mesir yang bukan oposisi dan damai-damai saja,” katanya.
Pernyataan itu didukung oleh Penelitian Pusat Media dan Pembelajaran Opini Publik Mesir yang menemukan bahwa 62% hasil peliputan media mengenai Presiden Mursi itu tidak memiliki standar profesional serta tidak ada landasan objektivitas yang mendasar.
Penelitian menyebutkan, ada sejumlah 176.000 produk pers dan 2.180 jam siaran televisi yang diteliti oleh tim yang ahli dalam pencitraan media. Studi itu mengungkapkan, ada satu pendekatan dominan yang dilakukan media Mesir swasta dalam memberitakan Presiden Mursi, yaitu adanya kebijakan mereka untuk membuat citra negatif presiden melalui saluran TV, situs website dan surat kabar. (usb/mna)


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/05/04/32643/kerusuhan-di-mesir-akibat-mayoritas-media-mesir-yang-masih-berafilasi-ke-mubarak/#ixzz2YKXyH4UN

Wednesday, July 3, 2013

Imsakiyah Ramdhan 1434 H

ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAH HI WABARAKATUH
Ramadhan sebentar lagi, Garuda Keadilan Aceh membuat Imsakiyah untuk seluruh wilayah Aceh..
Mari di download di sini

Tuesday, July 2, 2013

5 Fakta tentang Thamrin Amal Tomagola

Ini fakta  seorang  Doktor lulusan (titipan) Australia dan Inggris ini:

KASUS 1 = PENDUKUNG PORNOGRAFI (Saksi Ahli kasus Video Ariel) 30 Desember 2010 Thamrin mengatakan "Video Ariel tidak meresahkan bagi sebagian masyarakat Indonesia, karena sebagian masyarakat Indonesia menganggap hal itu biasa."

KASUS 2 = PELECEHAN SUKU DAYAK (Saksi Ahli kasus Video Ariel) 30 Desember 2010 Thamrin mengatakan “Dari hasil penelitian saya di Dayak itu, bersenggama tanpa
diikat perkawinan oleh sejumlah masyarakat sana sudah dianggap biasa. Malah hal itu dianggap sebagai pembelajaran seks.”

KASUS 3 = PENCEMARAN NAMA BAIK 4 JENDERAL (Kasus Ambon) 10 Oktober 2002, Pengadilan Negeri Cibinong, Jawa Barat, memutuskan Thamrin Amal Tomagola bersalah, karena telah mencemarkan nama baik empat perwira tinggi TNI, Wiranto, Suaidi Marasabessy, Djaja Suparman, dan Sudi Silalahi.

KASUS 4 = PENDUKUNG PORNOGRAFI (Saksi Ahli RUU Pornografi) 8 Oktober 2009 Thamrin mengatakan “UU Pornografi tidak terlalu urgen untuk diterbitkan dan jadi mubazir.”

KASUS 5 = PENDUKUNG PENODAAN AGAMA (Kasus Ahmadiyah) 19 April 2010 Thamrin mendukung gerakan liberalisme dengan membela pengikut sesat Ahmadiyah melalui uji materi UU Penodaan Agama namun ditolak oleh MK (Mahkamah Konstitusi)

source: http://muslimina.blogspot.com/2013/06/5-fakta-tentang-thamrin-amal-tomagola.html

250ribu Warga Mesir Demo Pro Mursi VS 37ribu Preman Anti Mursi

Mayoritas warga Mesir yang terdiri dari beberapa partai politik dan independen menggelar aksi demo damai di Rab'ah Adawiyah, Kairo, Ahad (30/6), sebagai upaya pembelaan presiden terpilih mereka dari demo oposisi yang berlangsung di Tahrir Square pada hari yang sama.

“Pendukung Mursi jauh lebih banyak. Ada sebelas partai yang ikut bergabung mendukung pemerintahan Mursi, termasuk petinggi Partai Kebebasan dan Keadilan (FJP) yang ikut dalam prosesi damai di perempatan Kairo itu,” kata Dany Novery, koresponden  kantor berita Islam MINA (Mi’raj News Agency) di Kairo.

Salah satu lembaga survey di Mesir memberikan laporan jumlah partisipan demo di Rab’ah Adawiyah jauh lebih banyak yakni mencapai 250 ribu orang dibanding demo oposisi di Tahrir Square yang mencapai kisaran 37 ribu orang.

Meskipun jumlahnya yang banyak, menurut Dany, para pendukung Mursi mampu melakukan pawai dengan damai dan tertib. Setiap waktu shalat tiba, mereka langsung bergegas untuk shalat dan tidak banyak berbicara.

“Ketika shalat malam (tahajud) sekitar pukul dua pagi pun mereka berjamaah dan dalam keadaan sunyi, mereka pun sangat tertib dan ketika para pria shalat, para wanita memungut sampah-sampah agar rapi kembali,” kata
Dany.

Dany menambahkan, ketika selesai para pendukung Mursi menulis pernyataan yang meminta maaf kepada para penduduk yang tinggal di area Rab’ah Adawiyah karena telah membuat kebisingan dengan adanya demo bukti pembelaan ini.

“Berbeda dengan di Tahrir yang berteriak dan mengancam akan melakukan aksi anarkis jika dalam enam jam Mursi tidak turun dari kepresidenan,” tambah Dany.

“Mobil oposisi yang lewat depan mereka pun tidak mereka apa-apakan. Biasanya kalau dalam situasi yang berbeda, para pendemo pasti akan melempari mobil lawan yang lewat di depan mereka, ini menunjukkan saking damainya demo mereka,"  tegas Dany.

Menurut koresponden MINA, sangat disayangkan mayoritas media nasional Mesir malah lebih banyak menyoroti demo yang ada di Tahrir daripada di Rab’ah, meskipun sudah diketahui jumlah mana yang lebih besar. “Bisa terlihat media juga berusaha menjatuhkan Mursi,” tambah Dany.

Sejak beberapa hari terakhir pihak oposisi menggencarkan demonstrasi besar-besaran ini, memperingati satu tahun masa pemerintahan Mursi sejak dilantik 30 Juni 2012 lalu. Oposisi yang sudah berada di Tahrir mengancam akan menggulingkan Mursi secara paksa jika presiden terpilih secara demokrasi itu tidak turun dari jabatan.

Dewan militer Mesir telah menyiagakan militer dan tank-tank di Tahrir guna melindungi bangunan dan properti dari pengrusakan-pengrusakan anarkis. Salah satu petinggi militer menyatakan pemerintah militer menurunkan polisi dan militer bukan untuk menyerang warga pendemo, namun melindungi infrastuktur dari penzarahan kasar mereka.

Monday, July 1, 2013

SYIAH BUKAN ISLAM



Peneliti Syi’ah dari Institut Pemikiran dan Peradaban Islam (InPAS) Surabaya, Kholili Hasib, M.A mengungkapkan 35 point tentang Syiah bukan Islam.
  1. Syiah bukan Islam – sebelum membahas kekeliruan Syiah harus kita  pahami dahulu bahwa Syiah Indonesia adalah Syiah Itsna Asyariah bukan Zaidiyah.
  2. Syiah bukan Islam – Syiah Itsna Asyariyah adalah Syiah yang percaya 12 Imam atau disebut Imamiyah. Syiah ini yang mayoritas ada di dunia  termasuk rezim yang berkuasa di Iran.
  3. Syiah bukan Islam – Syiah Imamiyah inilah yang disebut Rafidhah. Karena mereka mencaci bahkan mengkafirkan para sahabat Nabi. Syiah Zaidiyah bukan Rafidah karena tidak mencaci sahabat.
  4. Syiah bukan Islam – Ciri khas utama Syiah ada dua yakni kultus berlebihan pada Ali serta keturunannya dan pelecehan terhadap sahabat Nabi.
  5. Syiah bukan Islam – Saya menyimpulkan dua ciri khas utama itu adalah wordlview-nya Syiah. Semua aspek dalam agama pasti berpangkal pada dua hal tsb.
  6. Syiah bukan Islam – Silahkan yang mau membuktikan pemikiran Syiah tentang al-Qur’an, hadits, politik, fiqih diasaskan oleh kultus Ali dan benci kepada para sahabat.
  7. Syiah bukan Islam – Konsep ketuhanan juga dipengaruhi ideologi kultus imamah. Konsep ke esa an Syiah berbeda dengan konsep ke esa an dalam Islam
  8. Syiah bukan Islam – Kitab al-Kafi-kitab hadits syiah yang utama menjelaskan bahwa yg dimaksud musyrik adalah menyekutukan imam Ali dengan imam yg lain.
  9. Syiah bukan Islam – Lebih jelas lagi dalam kitab Bihar al-Anwar,kitab rujukan Syiah, yg mengatakan “Siapa saja tidak percaya Ali adalah Imam pertama adalah kafir.”
  10. Syiah bukan Islam – Jadi yang dimaksud syirik bagi Syiah bukan sekedar menyekutukan Allah tapi juga menyekutukan Ali dalam hal kepemimpinan.
  11. Syiah bukan Islam – Jadi syiah itu sejatinya golongan takfiriyah yang sebenarnya. Mengkafirkan kaum muslimin karena tidak mengangkat Ali sebagai imam pertama.
  12. Syiah bukan Islam – Non Syiah, orang selain Syiah mereka sebut nawashib. Sebutan hina.  Nawashib menurut imam-imam mereka halal hartanya.
  13. Syiah bukan Islam – Syiah menyesatkan para aimmatul madzahib imam madzhab  yang empat, Ahlussunnah.  Mereka disebut ahlul bid’ah, kafir dan sesat (kitab al-Syiah hum Ahlussunnah).
  14. Syiah bukan Islam – Istri tercinta Nabi,Aisyah, disesatkan. Imam Thabrasi mengatakan kemuliaan Aisyah gugur karena melawan Ali, dia ingkar kepada Allah.
  15. Syiah bukan Islam – Syiah mengkafirkan sahabat. Menurut mereka hanya 3 sahabat yang Islam yakni Abu Dzar, Salman, dan Miqdad.
  16. Syiah bukan Islam – Kenapa Syiah menghalalkan mut’ah. Lagi-lagi karena yg meriwayatkan haramnya mut’ah itu Umar bin Khattab. Karena kebenciannya itu haditsnya ditolak.
  17. Syiah bukan Islam – Kenapa Syiah menolak mushaf utsmani sebagai al-Qur’an? Karena yang menyusun itu Utsman yg mereka benci.
  18. Syiah bukan Islam – Dalam kitab Thaharah, Khomaini menyebut sahabat itu lebih jijik daripada anjing dan babi.
  19. Syiah bukan Islam – Syaikh Shoduq ulama Syiah, mengatakan darah nawasib (muslim sunni) itu halal.
  20. Syiah bukan Islam – Imam Khomaini pernah berfatwa bahwa nawasib itu kedudukannya sama dengan musuh yang wajib diperangi (ahlul harb).
  21. Syiah bukan Islam – Karena itu cara tepat mengenal Syiah itu dengan menelaah kitab-kitab induk mereka. Karena itu ajaran mrk sesungguhnya.
  22. Syiah bukan Islam – Jangan terkecoh dengan buku-buku Syiah sekarang. Karena penuh propaganda, intrik dan pengelabuan.
  23. Syiah bukan Islam – Syiah punya rukun agama bernama taqiyah. “La dina liman la taqiyata” artinya tidak beragama yang tidak taqiyyah, disebut dalam al-kafi.
  24. Syiah bukan Islam – Karena taqiyah itu, Imam Syafii berpesan bahwa golongan yang paling banyak bohongnya itu Syiah.
  25. Syiah bukan Islam – Maka jangan heran jika mereka mengaburkan fakta-fakta Syiah Sampang. Karena itu bagian dari aqidah. Teologi kebohongan  itulah taqiyah.
  26. Syiah bukan Islam – Waspadalah Syiah punya sayap militan. Mereka pernah mau kirim relawan ke Suriah bantu rezim Asad.
  27. Syiah bukan Islam – Seorang pengurus PBNU pernah menulis, Syiah Indonesia sedang siapkan konsep imamah di Indonesia. Dalam arti mereka sedang siapkan revolusi
  28. Syiah bukan Islam – Syiah membahayakan NKRI. Ada fatwa Khomeini yang mewajibkan Syiah untuk revolusi di negara masing-masing.
  29. Syiah bukan Islam – Gerakan Syiah didukung kelompok liberal. Pokoknya segala aliran yang rusak dan sesat yang dilekatkan pada Islam didukung Syiah. Mereka sekarang bersatu.
  30. Syiah bukan Islam – visi Syiah-liberal hampir sama dalam hal pelecehan terhadap sahabat nabi dan meragukan al-Qur’an.
  31. Syiah bukan Islam – Liberal punya ideologi relativisme. Ternyata Syiah dalam kampanye gunakan ideologi tersebut untuk kelabuhi Sunni.
  32. Syiah bukan Islam – contoh relativisme Syiah adalah, kampanye Sunnah-Syiah sama saja. Sama Tuhan dan Nabinya. Ini mencontek kaum liberal.
  33. Syiah bukan Islam – Filsafatnya orang Syiah ternyata juga berujung pluralisme dan pantaeisme. FiIsalafatnya mengadopsi paripatetik.
  34. Syiah bukan Islam – Demikianlah fakta-fakta Syiah. Jika muslim anti liberal maka seharusnya juga anti Syiah. Mereka sama-sama ideologi perusak Islam.
  35. Syiah bukan Islam – Semoga kita dan keluarga kita dilindungi dari makar Syiah dan Liberal.
(azmuttaqin/arrahmah.com)

 
>